Migrasi dari Whatsapp Business ke Whatsapp Reguler

ο·½

Berdasarkan pengalaman menggunakan Whatsapp. Di masa pandemi sekarang ini, video conference itu jadi hal yang lumrah. Saya sendiri baru dengar aplikasi Zoom belakangan ini, dan Whatsapp juga jadi bisa ngobrol Video berdelapan.

Tapi, setelah saya tunggu lama sampai hari ini (1-6-2020), saya coba buat panggilan ke 7 orang (jadi total 8 orang, termasuk saya), kok masih ngga bisa juga? Ternyata itu belum bisa buat Whatsapp Bisnis, baru yang biasa aja (tolong koreksi kalau salah πŸ˜…).

Jadi, saya coba pindah ke Whatsapp biasa. Sesuai protokol, saya cadangkan dulu pesan-pesan yang ada di WA πŸ˜„ Pasang WA Reguler, pulihkan … dan mendapatkan WA dengan riwayat chat yang bersih, tidak ada jejak sama sekali. Padahal ‘kan sudah dicadangkan?! Terpaksa balik lagi ke edisi bisnis.

Setelah baca di situs WA-nya, di sana tertulis, “Memindahkan kembali semua informasi dari WhatsApp Business ke WhatsApp Messenger pada saat ini tidak didukung. Jika Anda memilih untuk beralih kembali ke WhatsApp Messenger, Anda akan kehilangan semua chat dan media yang dibuat selama menggunakan WhatsApp Business.“. Wah bagaimana dong 😱

Saya baca lagi di situs whatsapp.com soal pencadangan (backup). Ternyata cadangan yang tersimpan itu bukan cuma yang terbaru, yang lebih lama juga ada disertai tanggal. Kalau kita mau pakai cadangan yang lama, tinggal ubah nama file-nya. Ganti nama file cadangan yang ingin dipulihkan dari msgstore-TTTT-BB-HH.1.db.crypt12 menjadi msgstore.db.crypt12.

Cadangan di Whatsapp Business/Databases

Nah, dari situ saya pikir kenapa ga coba salin cadangan dari folder WA Bisnis ke WA biasa dan coba pasang ulang dan pulihkan lagi chat WA-nya.

folder Whatsapp yang Berbeda

Kalau belum ada folder Whatsapp, buat folder baru, namai Whatsapp. kemudian buat juga folder Databases, nanti cadangannya disalin ke sana.

subfolder

Selesai disalin, kemudian pasang Whatsapp biasanya, dan pulihkan riwayatnya. Dan riwayat chat pun kembali menampakkan jejaknya πŸ˜„ Alhamdulillah

migrate from Whatsapp Business to Whatsapp Messenger

Youtuber yang Penulis Buku Juga

Akhir-akhir ini, setelah saya lebih sering melihat buku-buku origami yang ada di Amazon (dan di internet pada umumnya), untuk referensi sampul atau deskripsi buku saya sendiri, saya melihat bahwa ada youtuber origami yang menulis buku juga. Youtuber yang sudah terhitung besar, dengan subscriber di atas 50.000, seperti Paperkawaii (Chrissy Pushkin) dan さくBγ„γ‚ŠγŒγΏ (Saku B Origami – Sakurai Ryosuke) Manakah yang mereka mulai lebih dulu youtube atau buku? Saya tidak tahu.

Saya sendiri lebih dulu menulis buku daripada membuat saluran youtube sendiri dengan serius. Buku pertama saya terbit di bulan 1 tahun 2013, diterbutkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Sekarang masih bisa dibeli lewat Amazon atau di Gramedia.

Sebenarnya, sebelum saya memulai karir youtuber, saya masih sempat mencoba mengirimkan naskah buku ke penerbit yang sama (dan yang lain juga), tapi ditolak. Jadilah beberapa tahun kemudian, tepatnya di akhir tahun 2017 saya unggah video tutorial origami saya di youtube.

Baru kemudian saya kembali membuat buku lagi.

Origami. Astro Boy (Atom Boy)

Pertama kali saya tahu karakter ini, ia disebut sebagai Atom Boy (atau dalam bahasa JepangnyaΒ  ι‰„θ…•γ‚’γƒˆγƒ  Tetsuwan Atomu). Baru di kemudian hari, diperkenalkan kembali sebagai Astro Boy. Robot berbentuk anak manusia dengan kekuatan yang luar biasa buah karya dari Osamu Tezuka.

First time I knew this character, he was referred to as Atom Boy (just like in his original Japanese name,Β  鉄 θ…• γ‚’ γƒˆ γƒ  Tetsuwan Atomu). Only later, was he reintroduced as Astro Boy. A Boy Humanoid Robot with extraordinary power. Created by Osamu Tezuka.